Haiorang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu." - Matius 7:3-5. Kesadaran diri rendah berisiko merusak hubungan kita dengan sesama. Orang menjadi tidak nyaman menjalin hubungan dengan kita. Mereka rentan terluka dan ingin menjauh. bagus utk dibaca menambah pengetahuan tentang adab islam. Dikirim oleh Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015Wasriful Wahizar Koto pada 5 Agustus 2015 milikorang lain 8 JP Kitab Suci: Keluaran 20:1-17 Komkat KWI. Menjadi Sahabat Yesus. Pendidikan Agama Katolik untuk SD kelas IV. Yogyakarta. Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Penilaian menghormati milik orang lain: latarbelakang masalah, sikap yang perlu dikembangkan dalam menghor-mati milik orang lain Sikap Baca Ayu Ting Ting Jenguk Nikita Mirzani, Minta Doa Dapat Jodoh Baik. 5. Jangan main api Jika akhirnya Anda kencan dengan lelaki atau perempuan incaran Anda, jangan sembrono dengan menggoda orang lain lewat pesan pendek atau chat juga. Ingat, jika teknologi bisa mempermudah hubungan Anda, teknologi pun bisa melakukan sebaliknya. Adabanyak faktor perusak hubungan percintaan anda. maka mengenalinya sangat penting demi menjaga kualitas hubungan anda. Selain itu anda bisa mencegah diri agar tidak melakukan hal demikian. Hal ini akan meminimalisir resiko orang ketiga yang membuat hubungan anda berantakan. Sebenarnya faktor perusak ini dianggap sepele oleh beberapa pasangan. Vay Tiền Trả Góp Theo Tháng Chỉ Cần Cmnd Hỗ Trợ Nợ Xấu. Merusak Rumah Tangga Orang Lain Adalah Dosa Besar. Foto Ilustrasi Sidang Perceraian - Merusak rumah tangga orang lain merupakan suatu perbuatan yang sangat dibanggakan oleh iblis dan dibenci oleh Allah SWT. Selain itu, perbuatan merusak keharmonisan sebuah keluarga juga dianggap sebagai bentuk pengkhianatan terhadap saudara sesama Muslim dan dianggap dosa besar. Di zaman modern ini, kasus-kasus perceraian yang disebabkan oleh rusaknya rumah tangga karena pihak ketiga, seolah sudah menjadi hal yang lumrah. Tidak sedikit dari mereka yang terang- terangan bahkan sengaja mengganggu keharmonisan rumah tangga orang lain. Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak akan mengakui seorang perusak rumah tangga orang lain sebagai umatnya. Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda “...dan siapa merusak hubungan seorang wanita dari suaminya maka ia bukanlah dari golongan kami.” HR Ahmad.Dikutip dari buku “Para Musuh Allah” karya Rizem Aizid, Imam Abdul Qoyim menuturkan hukum merusak rumah tangga orang lain. “Perbuatan ini termasuk salah satu dosa besar. Syariat melarang meminang pinangan saudaranya, apalagi menghancurkan hubungan pernikahan saudaranya. Perbuatan dosa ini tidak kurang dari perbuatan keji zina. Menzalimi seseorang suami dengan merusak istrinya dan kejahatan terhadap ranjangnya lebih besar dibandingkan merampas hartanya secara zalim. Bahkan tidak ada hukuman yang setara di sisinya kecuali dengan mengalirkan darahnya.” Tidak main-main, Imam Ibnul Qayyim sampai menyebutkan bahwa tidak ada hukuman yang lebih pantas bagi perusak rumah tangga orang berupa kehalalan mengalirkan darahnya. Artinya, perusak rumah tangga orang boleh dimusnahkan. Adapun di akhirat, perusak rumah tangga orang akan menjadi musuh Allah Swt., dengan neraka yang penuh penderitaan sebagai balasan menjadi musuh Allah SWT, perusak rumah tangga juga dikenai dua hukum, yakni hukum ukhrawi dan hukum hukum ukhrawi. Merusak rumah tangga orang dibebani hukum ukhrawi sebab melanggar syariat-Nya. Para ulama bersepakat bahwa hukum mengganggu dan merusak hubungan rumah tangga adalah haram. Sehingga, siapa saja yang merusak hubungan akan mendapatkan dosa dan diancam siksa Imam al-Haitsami mengkategorikan perbuatan dosa ini sebagai dosa besar. Dalam kitabnya, Al-Zawajir 'an Iqtiraf al-Kabair, Imam al-Haitsami menyebutkan bahwa dosa besar yang ke 257 dan 258 adalah merusak seorang wanita agar terpisah dari suaminya dan merusak seorang suami agar terpisah dari hukum duniawi. Para ulama berpendapat bahwa hakim berwenang menjatuhkan ta'zir hukuman yang ketentuannya ditetapkan oleh hakim atau penguasa dengan syarat tidak melebihi bobot 40 antara mereka ada yang berpendapat, hukumnya adalah kurungan penjara sampai ia menyatakan taubat atau meninggal dunia pendapat ini dikeluarkan oleh sebagian penganut Mazhab Hanafi.Ada pula yang berpendapat, cukup diberi cambukan keras saja, lalu dipublikasikan perbuatannya agar orang waspada darinya dan agar orang lain mengambil ibrah pendapat ini menurut sebagian penganut Mazhab Hambali.Sungguh mengerikan dampak dan hukuman bagi perusak rumah tangga orang. Semoga kita selamat dari bujuk rayu setan. Sehingga kita tidak terjerumus menjadi perusak rumah tangga orang. Dengan demikian, semoga kita tidak dicap sebagai musuh Allah Swt. Amin Tidak hanya dalam film yang selalu mengangkat tema perselingkuhan dalam rumah tangga, akan tetapi dalam kehidupan nyata dimana banyak terjadi perselingkuhan dalam rumah tangga. Hal ini bisa terjadi karena berbagai alasan mulai dari harta atau karena cinta buta yang sangat mudah terjadi pada orang yang lemah iman. Hal inilah yang menjadikan seseorang tidak segan segan merusak rumah tangga orang lain. Lalu, bagaimana Islam memandang hukum tentang merusak rumah tangga dalam Islam tersebut?, berikut ulasan selengkapnya untuk pandangan Islam, berbagai upaya yang dilakukan untuk merusak rumah tangga seseorang adalah haram hukumnya dan bahkan masuk ke dalam jenis dosa besar dalam Islam. Salah satu argumennya adalah khitbah seorang perempuan yang sudah dipinang oleh seorang laki laki saja sudah dilarang untuk mendekati dan merusak seorang wanita dengan salah satu hadits dikatakan jika Rasulullah SAW bersabda, “Rasulullâh – shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Siapa menipu dan merusak hubungan seorang hamba sahaya dari tuannya, maka ia bukanlah bagian dari kami, dan siapa yang merusak hubungan seorang wanita dari suaminya, maka ia bukanlah dari kami’”. [Hadîts shahih diriwayatkan oleh Ahmad, Al-Bazzâr, Ibn Hibbaân, Al-Nasa-i dalam al-Kubra dan Al-Baihaqi].Dari penjelasan singkat diatas bisa disimpulkan jika hubungan laki laki dengan perempuan yang statusnya masih suami atau istri orang maka hubungan tersebut sangat terlarang dan bisa berdampak pada status hukum pernikahan dan memperlihatkan ciri ciri istri durhaka terhadap Al Haitsami juga memasukan perbuatan dosa ini dalam perbuatan dosa yang tak terampuni. Dalam kitab Al Zawajir an Iqtiraf al Kabair disebutkan jika dosa besar pada urutan ke-257 dan juga 258 adalah merusak wanita agar terpisah dari suaminya dan juga merusak suami agar terpisah dari itu, pendapat keras juga diutarakan Madzhab Maliki dimana seorang laki laki yang merusak hubungan istri dengan suaminya harus dibatalkan meski sesudah akad nikah. Pandangan tersebut juga dinukil dari Ibnu Arafah yang menyatakan jika barang siapa yang berusaha untuk memisahkan seorang perempuan dengan suaminya supaya ia dapat menikahi perempuan tersebut, maka tidak mungkin baginya atau tidak diperbolehkan untuk menikahi perempuan dan Cara Merusak Rumah TanggaAda berbagai bentuk dan jenis yang bisa dilakukan seseorang untuk merusak rumah tangga orang lain dan merusak hubungan antara suami dan istri dan diantaranya adalah sebagai dan memohon pada Allah SWT agar hubungan dari seorang wanita dengan suaminya bisa rusak dan akhirnya timbul perceraian antara kedua orang kata dengan manis dan melakukan segala cara lahiriah yang baik namun menyimpan maksud merusak hubungan wanita dengan suaminya atau bisikan dan kata kata yang menipu dan memprovokasi sehingga wanita atau pria akhirnya berpisah dari pasangannya dengan iming iming akan dinikahi olehnya atau orang atau menekan dengan terus terang agar wanita meminta cerai pada suaminya atau sebaliknya dengan alasan yang tidak dibenarkan dalam Islam, terdapat dosa besar dan juga hukum saat merusak rumah tangga orang lain dan beberapa hukuman yang siap untuk diterima tersebut diantaranya adalah Hukum UkhrawiDari hadits Nabi Muhammad dan juga para ulama yang sudah bersepakat jika hukum merusak rumah tangga orang lain adalah haram hukumnya. Jika seseorang melakukan perbuatan tersebut, maka akan mendapat dosa dan juga siksaan kelak dalam neraka. Bahkan perbuatan merusak rumah tangga orang lain juga masuk dalam kategori dosa besar oleh Imam Al hadits juga dijelaskan jika dosa besar yang akan diterima bagi mereka yang sudah merusak rumah tangga orang lain yakni memisahkan suami dari istrinya atau sebaliknya, menurut hadits Nabi yang shahih merupakan perbuatan yang masuk dalam dosa tak terampuni. Hukum DuniawiJika berbicara tentang hukum duniawi yang akan diterima perusak rumah tangga orang lain maka terbagi menjadi dua hukum yang berbeda, yakniHukum Duniawi IJika seorang laki laki merusak pernikahan wanita dan suaminya sampai membuat wanita tersebut meminta cerai dari suami dan suaminya mengabulkan permintaan tersebut, atau laki laki yang merusak hubungan wanita dengan suaminya sampai suaminya marah dan meceraikan wanita tersebut. Menurut Jumhur ulama, menikahi janda cerai menurut Islam yang dilakukan laki laki perusak rumah tangga dan wanita yang merupakan istri orang lain tersebut haram untuk dinikahi. Namun, ulama Malikiyyah memiliki pandangan berbeda sebab pernikahan tersebut wajib dibatalkan baik sebelum terjadi pernikahan ataupun sesudah terjadi pernikahan. Berikut ini adalah beberapa alasan Malikiyyah mengenai azab wanita perusak rumah tangga orang dijadikan ancaman untuk kasus lain yang serupa dan bertujuan agar laki laki tersebut tidak merusak rumah tangga orang lain sehingga sebuah pernikahan bisa terjaga dengan menerapkan hadits dari Nabi dalam kaidah fiqih yang menjelaskan jika siapa yang tergesa gesa memperoleh sesuatu sebelum waktunya maka harus dihukum dengan cara tidak mendapatkan hal tersebut dan ini juga berkaitan dengan hukum pernikahan wanita yang ditinggal mati Duniawi IIJika seseorang yang merusak rumah tangga orang lain, maka harus mendapatkan hukuman secara global. Berdasarkan pendapat para ulama, jika ada orang yang melakukan perbuatan terlarang tersebut, maka hakim memiliki wewenang untuk menjatuhkan ta’zir berupa hukuman yang diberikan berdasarkan ketentuan hakim atau penguasa. Hukuman tersebut adalah syarat yang tidak lebih dari 40 kali cambukan. Namun, ada sebagian pendapat lain yang berkata jika orang tersebut harus mendapat hukuman penjara sampai ia bertaubat atau meninggal dan hal ini diyakini oleh sebagian penganut mazhab Hanafi. Sebagian penganut Mahzab Hanbali berpendapat jika hukumannya berupa cambukan keras dan dilakukan di depan umum sehingga bisa dijadikan peringatan untuk orang Rumah Tangga Merupakan Perbuatan PenyihirMelakukan perbuatan dosa yakni merusak rumah tangga orang lain merupakan perbuatan penyihir berdasarkan dari hadits berikut ini.“dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir, Padahal Sulaiman tidak kafir tidak mengerjakan sihir, hanya syaitan-syaitan lah yang kafir mengerjakan sihir. mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil Yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seorangpun sebelum mengatakan “Sesungguhnya Kami hanya cobaan bagimu, sebab itu janganlah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua Malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang suami dengan isterinya”. [Al-Baqoroh 102].Dalam ayat tersebut sudah dijelaskan jika aktivitas sihir dari Harut dan Marut merupakan sihir untuk memisahkan pasangan. Sihir tersebut kemudian akan membawa ke kufuran dan seperti yang sudah diketahui dalam Islam jika perbuatan sihir masuk ke dalam salah satu dari ketujuh dosa besar dalam Islam dan akan mendapat hukuman bunuh. Dalil tersebut akan semakin menguatkan jika merusak rumah tangga orang lain masuk dalam kaba ir arau dosa besar dan merupakan kemungkaran yang pasangan suami istri dan mengganggu sekaligus merusak rumah tangga juga menjadi pekerjaan utama dari iblis dan tentaranya sehingga bisa menimbulkan fitnah dalam Islam serta kerusakan di Muslim meriwayatkan, “Rasulullah Shallallahu alaihi wa Salam bersabda “Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air lalu mengirim bala tentaranya, setan yang kedudukannya paling dekat dengan Iblis adalah yang paling besar godaannya. Salah satu diantara mereka datang lalu berkata Aku telah melakukan ini dan itu.’ Iblis menjawab Kau tidak melakukan apa pun.’ Lalu yang lain datang dan berkata Aku tidak meninggalkannya hingga aku memisahkannya dengan istrinya.’ Beliau bersabda, “Iblis mendekatinya lalu berkata Bagus kamu.”[ hadits diatas sudah dijelaskan jika iblis meremehkan apa yang sudah dibuat para tentaranya dalam menimbulkan fitnah dan kerusakan manusia. Akan tetapi saat tentara melakukan kerusakan dalam sebuah rumah tangga menurut Islam, maka iblis akan sangat senangg dan semakin mendekatkan syetan tersebut disisinya sambil memberikan pujian. Dari sini bisa terlihat jika siapa saja yang terlibat dalam kerusakan rumah tangga sebuah pasangan meski ia bersorban besar sekali pun, maka sesungguhnya ia merupakan bagian dari iblis dan mewujudkan pekerjaan iblis sekaligus menjadi antek baik dilakukan secara sadar atau Taimiyah berkata, “Upaya seseorang untuk memisahkan istri dengan suaminya adalah diantara dosa-dosa berat, termasuk perbuatan tukang sihir, dan sebesar-besar perbuatan Syetan.” [Al-Fatawa Al-Kubra, hlm 313].Demikian ulasan dari kami tentang hukum merusak rumah tangga orang lain dalam Islam yang haram hukumnya apapun alasan dibalik melakukan hal tersebut. Semoga kita semua bisa terhindar dari perbuatan tercela semacam ini. Ilustrasi bacaan doa menahan amarah agar tidak merugikan orang lain, sumber foto oleh Moose Photos dari PexelsMarah merupakan salah satu sifat dari manusia yang jika tidak dikendalikan dengan baik, bisa merusak hubungan bahkan bisa merugikan orang lain. Banyak kasus orang yang sedang marah dengan teramat sangat bisa melukai orang lain bahkan bisa menghilangkan nyawa orang lain. Setiap dari kita pasti pernah marah pada suatu hal. Dalam ajaran Islam, jika sedang marah untuk meredam rasa amarah tersebut, dianjurkan untuk membaca doa menahan amarah agar tidak merugikan orang Doa Menahan AmarahIlustrasi bacaan doa menahan amarah agar tidak merugikan orang lain, sumber foto oleh Andrea Piacquadio dari PexelsRasulullah SAW selalu mengajarkan kepada umatnya untuk selalu menahan amarahnya meskipun hatinya sedang bergejolak. Salah satu cara untuk mengontrol amarah kita adalah dengan mengucapkan istigfar jika kita sedang marah. Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan kepada umatnya untuk membaca doa ketika sedang marah. Berikut adalah bacaan doa menahan amarah yang dikutip dari buku Doa Anak Muslim, Fazlarrahman 2017 98.اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ ، وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِيْ ، وَأَجِرْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِAllâhummaghfirlî dzanbî, wa adzhib ghaizha qalbî, wa ajirnî minas "Tuhanku, ampunilah dosaku, redamlah murka hatiku, dan lindungilah diriku dari pengaruh setan."Selain membaca doa di atas,Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya untuk mengendalikan amarah dengan beberapa cara berikut iniYang pertama adalah berusaha diam dan menjaga lisan. Sesuai dengan hadis Riwayat yang menyebutkan bahwa dari Ibnu Abbas Rasulullah SAW pernah bersabda. “Jika kalian marah, diamlah” HR. Ahmad dan Syuaib Al-Arnauth menilai Hasan lighairihYang kedua adalah mengambil posisi lebih rendah karena orang yang marah cenderung ingin selalu lebih tinggi agar bisa melampiaskan amarahnya. Seperti dijelaskan dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda "Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur." HR. Ahmad, Abu Daud dan perawinya dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth.Itulah bacaan doa menahan marah agar tidak merugikan orang lain dan cara meredam amarah sesaui ajaran Rasulullah SAW. WWN Setiap orang pasti berharap bisa menjalin hubungan yang sehat dan bermakna dengan orang lain. Semua ingin agar hubungan itu bertahan lama, awet sampai masing-masing menua. Namun kadang permasalahan tak bisa dielakkan sehingga hubungan yang sudah lama dibangun, pada akhirnya harus berhenti, putus di tengah jalan. Apa yang membuat hubungan menjadi rusak? Setiap orang tentu tak bisa sepenuhnya lepas dari kesalahan. Apalagi saat sedang emosi. Namun, dengan menyadari sejak awal, tentu kita bisa belajar untuk mengendalikan diri dan memperbaiki hubungan tersebut agar bisa lebih baik. Kamu bisa simak di bawah ini ya lima hal yang bisa merusak hubungan dengan orang lain Baca Juga Gak Perlu Kode-kodean, 5 Tips Buat Kamu yang Lagi PDKT 1. Selalu menyalahkan orang lainIlustrasi teman sedang bertengkar SummerHal pertama yang bisa merusak hubungan dengan orang lain yaitu sikap menyalahkan. Ini bisa terjadi karena unsur kesengajaan maupun tanpa sengaja. Misalnya, kamu langsung menyalahkan pendapat orang lain. Tentunya, mereka akan merasa kecewa saat mendapat respons seperti mereka juga akan menjadi malas untuk kembali bercerita atau menyampaikan pendapatnya padamu. Ketika ada orang lain mengungkapkan pemikirannya, sebaiknya jangan langsung dihakimi. Jadi sebelum menghakimi, ingatlah bahwa sebuah pendapat bukan tentang benar atau salah. Dibanding membuat anggapan sepihak, akan lebih baik jika pelan-pelan dikomunikasikan terlebih dahulu. Tujuannya agar kamu bisa lebih memahami apa yang tengah terjadi. 2. Tidak menghormati batasan orang lainilustrasi orang bertengkar hidup ini, penting untuk membuat batasan atau boundaries. Bukan berarti egois, justru batasan diperlukan untuk menghindari sikap people pleaser, atau perasaan gak enakan. Namun sayangnya, gak semua orang mampu menepati atau menghormati batasan yang telah kadangkala dengan sengaja kita melakukan sesuatu yang melewati batas yang telah disepakati. Padahal tanpa disadari, hal ini juga menjadi pemicu paling umum retaknya sebuah hubungan. Contoh sederhananya, kamu menyebarkan kontak pribadi kepada orang tanpa izin terlihat sepele. Namun jika disepelekan bisa berakibat fatal. Maka dari itu, kita perlu saling menghargai setiap batasan yang telah dibuat. Bukan hanya agar lebih konsisten, namun juga untuk menghindari terpengaruh hal buruk. 3. Melakukan silent treatment pada orang terdekatilustrasi silent treatment Vera ArsicApakah kamu termasuk orang yang suka melakukan silent treatment saat berkonflik? Misalnya kamu melakukan itu dengan tujuan menghukum orang lain atau pasangan agar dia menyadari sendiri kesalahannya. Namun hati-hati, sikap seperti itu justru bisa merusak hubungan treatment ibarat perang dingin yang lebih menyakitkan dibanding kritikan pedas. Apalagi ketika didiamkan, pasangan kamu pasti merasa gak nyaman, merasa ditolak. Bahkan dalam jangka panjang, perilaku ini bisa benar-benar merusak hubungan yang sebenarnya masih bisa diperbaiki dengan komunikasi yang Melakukan ghosting kepada orang lainilustrasi wanita rendah diri Istilah ghosting tentu saja sudah gak asing. Berbeda dengan silent treatment yang mendiamkan seseorang, pelaku ghosting justru benar-benar menghilang tanpa adanya komunikasi sama sekali. Entah dalam jangka waktu tertentu, atau bahkan perilaku ghosting akan merusak hubungan dengan orang lain. Bahkan dapat menimbulkan luka maupun trauma pada korban. Misalnya, korban akan terus diliputi pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu, atau bahkan merasa rendah diri dan gak secara baik dan terbuka apabila kamu sudah merasa gak nyaman menjalin hubungan. Tujuannya agar kamu dan dia bisa paham akan masalah, tanpa saling menyakiti kedua belah pihak. 5. Meremehkan pengalaman orang lainilustrasi seorang wanita kasar Tim GouwSuka meremehkan pengalaman orang lain juga menjadi hal yang bisa merusak hubungan. Contohnya, kamu suka koar-koar sana-sini untuk memamerkan keberhasilan sendiri dan sebaliknya merendahkan pengalaman orang lain. Lama-lama, orang lain juga akan enggan berinteraksi dengan memandang kamu sebagai sosok yang egois dan superior. Nantinya, kamu juga akan lupa bagaimana caranya menghargai orang lain. Alhasil, kamu akan kurang dipercaya di lingkungan sosial dan sulit itu, agar hubungan dengan orang lain selalu awet, kita perlu belajar saling menghargai. Dibanding saling beradu kemampuan, akan lebih baik berbagi pengalaman satu sama lain. Memang, manusia gak lepas dari kesalahan. Meskipun begitu, sebisa mungkin harus belajar memperbaiki sikap dan perkataan agar tidak menyinggung orang lain. Sesuatu yang sebelumnya kita anggap sepele, bisa membuat rusak suatu hubungan yang telah lama dibangun. Jadi hati-hatilah ya. Nah, sekarang kamu sudah tahu kan apa saja yang bisa merusak hubungan dengan orang lain? IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis. Sebagai makhluk sosial, hubungan, dan bantuan terhadap orang lain tentu akan ada. Ketika mencapai ingin sesuatu, maka keberadaan orang lain bisa menjadi salah satu faktor terwujudnya sesuatu itu. Ada beberapa aktivitas yang memang diharuskan agar bisa membangun hubungan kepada orang lain, terlebih dalam lingkungan pertemanan. Namun, lingkungan tersebut kadang kala bisa menjadi tidak sesuai dengan ekspektasi. Akibatnya, bisa merusak hubungan kepada orang lain. Bahkan, hubungan pertemanan yang sudah terjalin lama, juga bisa rusak dengan faktor-faktor tertentu. Mengutip dari akun Instagram pikiran_terbuka, berikut setidaknya ada lima hal yang dapat merusak hubungan kepada orang lain. 1. Tidak menghargai batasan yang ada Sedekat apa pun kita kepada orang lain, tentu ada batasan yang patut untuk diperhatikan dan dijaga. Hal ini memang bersifat sepele, tetapi bisa saja merusak hubungan jika terlalu disepelekan. Apabila tidak mampu menghargai batasan yang ada, berarti ketidakmampuan menerima perbedaan dan tidak bisa saling memahami. Oleh karena itu, setiap membangun hubungan harusnya bisa menghargai segala batasan yang ada. 2. Kurang komunikasi yang baik Komunikasi memang faktor penting agar hubungan bisa erat, tetapi apabila komunikasi yang tidak baik terjadi justru dapat merusak hubungan itu sendiri. Kata-kata yang dapat menyindir dan merendahkan orang lain, bisa mendatangkan emosi hingga akhirnya dapat merusak suatu hubungan. Bahkan, hubungan pertemanan yang terjalin sudah lama bisa rusak jika tidak terjadi komunikasi yang baik. 3. Sering berbohong Berbohong satu dua kali mungkin masih bisa dimaafkan, tetapi jika keseringan berbohong tentu itu akan berdampak buruk dan tentu bisa saja merusak suatu hubungan. Tentu tidak ada orang yang suka sering dibohongi, semakin dibohongi maka akan timbul pula rasa kesal, hingga akhirnya dapat meledak dan merusak suatu hubungan. Maka dari itu, terapkanlah sifat jujur dalam membangun hubungan kepada orang lain, karena dengan begitu tentu dapat lebih memperkuat suatu hubungan. 4. Mengkritik namun tidak memberi masukan Kritik memang perlu, tetapi kritik yang baik tentunya kritik yang bisa membangun bukan malah merendahkan. Harusnya setiap kritik yang dilontarkan mesti disertai dengan masukan, hal itu bertujuan agar orang yang dikritik tetap merasa dihargai dan mereka pun tetap bisa semangat memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat. 5. Tidak mau mengalah dan bersikap egois Rasa tidak mau mengalah atau bersikap egois sangatlah tidak patut untuk diterapkan dalam hubungan pertemanan. Mengapa? Kerena hal tersebut tidak ada penghargaan kepada orang lain atau tidak menganggap penting orang lain. Padahal, dalam suatu hubungan mesti semua dilibatkan, agar tujuan dan proses bisa dirasakan secara sama-sama, bukan malah bersifat egois dan mementingkan diri sendiri, jelas itu dapat merusak suatu hubungan. Nah. Itulah lima hal yang dapat merusak hubungan kepada orang lain dan mungkin masih ada aktivitas yang lain yang dapat merusak namun tidak disebutkan di sini. Semoga saja kita dapat menghindari itu karena sangat rugilah kita jika kita merusak hubungan kepada orang lain, apalagi kalau orang lain tersebut dapat mendorong diri bisa berkembang menjadi lebih baik.

doa merusak hubungan orang lain