PatungDewi kwam Im bermasker ini dibuat oleh empat pekerja. Alasan dipakaikannya masker ke mulut Patung Dewi Kwam Im bertujuan untuk doa. Yang dimana doa dipanjatkan berupa segera berakhirnya pandemi Covid-19. Pemasangan masker tersebut dilakukan di Kuil Hokokuji Aizu Betusin, Prefektur Fukushima,Negara Jepang.
TampaknyaPancasila akan semakin di "ciderai" di negara kita ini, dan ini masih akan terus berlanjut! Pemkot Singkawang di deadline (batas waktu) oleh Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (FPI) Kota Singkawang untuk segera menghentikan dan merobohkan patung naga yang dibangun di persimpangan Jalan Niaga-Kempol Machmud. "Kita memberi deadline kepada Pemkot Singkawang untuk segera
DewiKwan Im Saat Beliau hendak memasuki Nirwana, Dia mendengar tangisan penderitaan dari dunia di bawah. Dengan meninggalkan tawaran kenikmatan abadi di Nirwana, Beliau kembali ke dunia dan menetap utk membantu jiwa2 menderita yg butuh pertolongan.
DewiKwan Im lah tuhan saya. Dalam buku-buku silat yang saya baca, Dewi Kwan Im sangat di junjung tinggi. Saya menyembah Dewi Kwan Im sejak mulai belajar Yoga, yaitu usia 16 tahun. Dalam melakukan Yoga, ada satu hal yang sedikit menyiksa saya, yaitu selalu mengasingkan diri dari kesenangan para remaja seusia saya. Saya belajar Yoga pada guru
Terletakdi KTM Resort. Patung Dewi Dewi Kwan Im ini terletak di KTM Resort yang saya telah tinggal di sana baru-baru ini. Orang-orang pergi ke sana untuk berdoa bagi Kesehatan, Keselamatan dan terima kasih memberikan jalan Buddhis. Patung Kwan Im tinggi dan menghadap ke Laut.
Dịch Vụ Hỗ Trợ Vay Tiền Nhanh 1s. Pada suatu ketika di China hiduplah seorang raja dengan 3 orang putri. Yang paling cantik dan baik hati adalah Kwan Yin adalah juga yang termuda. Raja yang sudah tua tersebut sangat bangga pada putri bungsu ini. Tanpa ragu raja memutuskan bahwa Kwan Yinlah pewaris tahta kerajaan dan suaminya menjadi raja. Anehnya Kwan Yin tidak bergembira atas keberuntungan ini. Dia tidak begitu tertarik dengan kemewahan dan keindahan kehidupan istana. Dia meramalkan dirinya tidak menemui kebahagiaan saat jadi ratu, juga cemas bahwa untuk posisi yang demikian tinggi dia bukan orang yang tepat dan tidak sanggup menjabat. Tiap hari Kwan Yin pergi ke kamar untuk belajar dan membaca. Kebiasaannya ini membuat dirinya menonjol jauh dalam pengetahuan bila dibandingkan dengan 2 saudara perempuan lainnya. Dalam lingkungan istana dia dikenal sebagai Kwan Yin Putri Bijaksana. Disamping suka membaca, dia sangat toleransi dengan teman-temannya. Dia sangat menjaga perilakunya baik di dalam istana maupun di tempat umum. Hatinya yang lembut selalu terharu melihat mereka yang menderita. Dia sangat baik hati terhadap para miskin dan orang-orang yang menderita. Dia telah memikat hati bagi kalangan bawah. Bagi mereka Kwan Yin adalah dewi penolong yang muncul saat mereka lapar. Beberapa orang bahkan percaya dia adalah peri yang datang ke bumi dari rumahnya yang berada di surga barat, sementara yang lainnya mengatakan bahwa pernah suatu kali jauh sebelumnya Kwan Yin telah tinggal di bumi sebagai pangeran, bukan putri. Apapun yang dikatakan orang, bagaimanapun Kwan Yin digambarkan, satu hal yang pasti adalah bahwa dia murni dan baik hati, patut mendapatkan pujian yang membanjiri hari raja memanggil putri kesayangannya ini ke kamar tidurnya, karena merasa detik-detik kematiannya semakin mendekat. Kwan Yin bersujud dihadapan ayahnya, berlutut dengan dahi menyentuh lantai, tanda hormat yang sangat. Raja kemudian meminta Kwan Yin berdiri dan mendekat kepadanya. Sambil memegang tangan putrinya dengan lembut, dia berkata, Putriku, kamu tahu betapa ayah menyayangimu. Kerendahan hatimu dan kebajikanmu; bakat dan kegemaranmu pada pengetahuan telah membuatmu menjadi putri kesayanganku. Seperti kamu tahu ayah memilihmu sebagai pewaris tahta kerajaan telah lama dipertimbangkan. Ayah berjanji suamimu akan menjadi raja menggantikan ayah. Hampir tiba waktunya ayah untuk naik naga dan menjadi tamu di langit. Kamu harus segera menikah’.Namun, ayah nan agung’, kata Kwan Yin bimbang, Saya belum siap menikah’.Anak kecil, belum siap! Mengapa, kamu belum 18 tahun? Bukankah semua gadis di kerajaan kita seringkali dinikahkan jauh sebelum usia 18? Disebabkan kegemaranmu belajar, ayah telah menunda kamu untuk dinikahkan, tapi sekarang kita tidak dapat menunggu lebih lama lagi !Raja yang mulia, dengarkanlah suara anakmu dan jangan memaksa dia meninggalkan kegemaran yang amat disukainya. Biarkan dia pergi ke biara yang sunyi dimana dia menempuh jalan hidupnya!.Raja menarik nafas panjang saat mendengar kata-kata tersebut. Dia mencintai putrinya ini dan tidak ingin melukai hatinya. Kwan Yin’, raja melanjutkan, Kamu ingin melewati masa mudamu ini dengan meninggalkan istana? Kamu ingin memasuki pintu biara dimana para wanita mengucapkan selamat tinggal pada kehidupan duniawi? Tidak! Ayahmu tidak akan mengijinkan. Adalah hal yang menyedihkan ayah, dengan amat berat hati bulan depan kamu harus menikah. Ayah telah memilihkan pria bangsawan yang berbudi luhur. Kamu telah mengenal namanya, namun belum pernah bertemu muka. Ingatlah akan peraturan seratus sifat baik dari seorang wanita, itu yang terpenting, oleh sebab itu kamu harus berterima kasih kepada ayah, bukan kepada siapapun yang lainnya yang ada di muka bumi Kwan Yin pucat. Badannya bergetar. Hampir saja dia terjatuh ke lantai, namun ibu dan saudara perempuannya segera menopangnya, kemudian dengan penuh kasih sayang merawatnya agar sadar hari dalam satu bulan berikutnya sanak famili Kwan Yin memohon agar dia menyerah saja dengan apa yang mereka sebut ide bodoh, Kwan Yin yang telah lama meninggalkan harapan menjadi ratu. Mereka terheran-heran dengan kebodohannya. Mereka berpikiran bahwa bila ada orang memilih biara daripada singgasana kerajaan, bagi mereka orang tersebut menunjukkan tanda tidak waras. Berulang kali mereka menanyakan alasan mengapa dia mengambil pilihan yang aneh tersebut .Tiap kali ditanya, Kwan Yin menggelengkan kepala dan berkata, Suara dari surga yang menyuruh demikian dan saya harus mematuhinya’.Malam menjelang hari pernikahan Kwan Yin menyelinap keluar dari istana. Setelah melakukan perjalanan yang melelahkan, tibalah dia di sebuah biara yang bernama Biara Burung Gereja Putih’. Saat lari dari istana, dia mengenakan pakaian dengan penampilan wanita miskin. Dia mengatakan ingin menjadi biarawati. Kepala biara, karena tidak mengetahui siapa wanita miskin ini sebenarnya lalu tidak menerima Kwan Yin dengan ramah, sebaliknya menolak Kwan Yin bergabung kedalam biara dengan alasan karena bangunan telah penuh. Akhirnya setelah Kwan Yin menangis tersedu-sedu barulah kepala biara mengijinkan Kwan Yin masuk, namun hanya sebagai semacam pelayan yang mengerjakan pekerjaan Kwan Yin merasakan kehidupan yang telah lama diimpikan. Dia mencoba untuk meyakinkan dirinya, namun para biarawati nampaknya ingin agar dia menderita. Seringkali mereka memberi pekerjaan yang berat sehingga dia tidak punya waktu untuk beristirahat, sibuk sepanjang hari. Menimba air dari sumur yang berada di bawah kaki bukit biara atau mengumpulkan kayu dari hutan di sekitar biara. Malam hari saat punggungnya telah kesakitan seperti mau patah, dia masih diberi pekerjaan ekstra, yang dapat mematahkan semangat dari wanita manapun, namun ini tidak membuat putri raja yang pemberani ini patah semangat. Mencoba melupakan kesedihan dan menyembunyikan penderitaan, kadang membuat dia mengernyitkan dahinya yang putih. Dia mencoba membuat biarawati-biarawati yang keras hati ini menyukainya. Membalas kata-kata kasar dari mereka dia berbicara dengan ramah dan tidak pernah marah pada hari ketika Kwan Yin yang malang sedang memunggut semak di hutan dia mendengar suara seekor singa sedang berjalan dalam semak. Tidak punya senjata untuk mempertahankan diri, dia berdoa mohon pertolongan kepada dewa. Setelah itu menunggu dengan tenang datangnya hewan buas tersebut. Dia kaget, ketika hewan yang haus darah itu muncul, singa itu tidak menerkam dan mencabik-cabik tubuhnya. Hanya mendengus dengan pelan. Singa itu tidak mencoba melukai Kwan Yin, namun sebaliknya malah menggosokkan tubuhnya ke Kwan Yin dengan jinak dan membiarkan Kwan Yin menepuk-nepuk berikutnya sang putri kembali ke tempat yang sama. Di sana dia melihat tidak kurang dari satu lusin hewan buas sedang bekerja dibawah komando singa yang jinak sedang mengumpulkan kayu untuk dirinya. Dalam waktu singkat telah terkumpul setumpuk semak dan kayu bakar yang cukup untuk digunakan biara selama 6 bulan. Jadi, bahkan hewan liar di hutan lebih mampu menilai kebaikannya dibanding para hari yang lain ketika Kwan Yin sedang mendaki bukit yang ke 20 kalinya sambil memikul 2 ember air, seekor naga besar menghadapnya di tengah jalan. Di China naga adalah hewan suci. Seingat Kwan Yin dia tidak melakukan kesalahan apa-apa, jadi dia tidak takut sedikitpun. Naga itu melihat ke dia sesaat, kemudian memutar badannya dengan kepalanya menghadap ke bukit, lalu menyemburkan api dari hidungnya. Tiba-tiba kemudian, beban di pundak wanita yang menakjubkan ini tidak dirasakan. Dengan penuh kecemasan dia berlari ke atas bukit, ke biara. Saat mendekati halaman dalam, dia kaget melihat sebuah bangunan baru terbuat dari batu di tengah sebuah ruangan terbuka. Bangunan itu muncul secara ajaib saat dia sedang berlari dari kaki bukit. Di atas pintu yang menghadap ke arah barat ada lempeng batu yang berisi tulisan Menghormati Kwan Yin Putri Yang Beriman. Di dalam bangunan tersebut. ada sebuah sumur dengan air yang sangat jernih. Sementara itu untuk menimba air, ada sebuah mesin aneh, baik Kwan Yin maupun para biarawati tidak pernah melihat biarawati tahu bahwa sumur ajaib ini adalah monumen untuk mengingatkan kebaikan dari Kwan Yin. Selama beberapa hari para biarawati memperlakukan Kwan Yin lebih baik, Karena dewa menggali sebuah sumur di depan pintu gerbang kita’, kata mereka. Gadis ini tidak perlu lagi memikul air dari kaki bukit. Apakah karena itu maka dewa menulis nama pengemis itu?’.Kwan Yin mendengar ucapan mereka yang tidak enak itu dalam keheningan. Dia dapat saja menjelaskan makna dari pemberian naga tersebut. tapi dia memilih untuk membiarkan para biarawati menerka dalam ketidaktahuan. Pada akhirnya biarawati-biarawati yang egois mulai sembarangan lagi dan memperlakukan Kwan Yin bahkan lebih buruk dari sebelumnya. Mereka tidak boleh melihat gadis yang malang itu menikmati waktu luangnya.Di sini harus bekerja!’, para biarawati berkata kepada Kwan Yin, Kami semua bekerja keras untuk berhasil dalam lingkungan ini. Kamu harus melakukan hal yang sama. Jadi mereka merampas kesempatan waktu Kwan Yin untuk belajar dan berdoa dan tidak mempercayakan sumur ajaib itu malam para biarawati dibangunkan oleh suara-suara asing, lalu mereka mendengar bunyi terompet. Ayah Kwan Yin telah mengirim sepasukan besar tentara menyerang biara. Nampaknya mata-mata kerajaaan telah berhasil melacak pelarian putri di tempat pengasingan suci ini.Oh, siapa yang telah membawa kesengsaraan ini ke kita?’ teriak semua wanita, saling memandang satu sama lain dengan penuh ketakutan. 'Siapa yang telah melakukan kejahatan besar? Salah satu diantara kita telah berdosa besar dan sekarang dewa akan menghancurkan kita'. Mereka saling memandang, namun tidak seorangpun mencurigai Kwan Yin, karena mereka berpikir bahwa dia bukanlah orang penting yang dapat membuat langit marah, walaupun pada nyatanya Kwan Yin telah menyebabkan sesuatu yang mengejutkan mereka saat ini. Juga bagi mereka Kwan Yin itu rendahan dan begitu penurut, sehingga mereka tidak menuduh dia ancaman dari luar terdengar makin keras. Pada saat bersamaan tangisan penuh ketakutan tiba-tiba meledak diantara para biarawati. 'Mereka akan membakar sumur ajaib kita'. Asap telah membumbung di belakang pagar dimana tentara kerajaan membakar kayu, apinya akan segera membesar dan menghanguskan dinding biara menjadi abu. Tiba-tiba sebuah suara terdengar didalam kegaduhan dan tangisan para biarawati. 'Oh, sayalah penyebab dari semua masalah ini'.Para biarawati menoleh dengan kaget, melihat wanita yang berbicara tadi adalah Kwan Yin. 'Kamu?' mereka berteriak terkejut. "Ya, saya memang putri seorang raja. Ayah saya tidak mengijinkan saya mematuhi perintah suci dari langit. Saya melarikan diri dari istana. Dia telah mengirim tentaranya untuk membakar biara ini dan membawa saya kembali. "Lihat apa yang telah kamu lakukan terhadap kami, gadis yang menyedihkan", teriak kepala biara. 'Lihat bagaimana kamu membalas kebaikan kami! Biara kami akan dibakar di depan mata kita! Betapa kamu telah membuat kami menjadi malang! Semoga langit mengutukmu!'.'Tidak, tidak!, teriak Kwan Yin, berbicara dan mencoba mencegah kepala biara mengucapkan kata-kata buruk. 'Kamu tidak berhak mengutuk saya, karena saya tidak bersalah, namun tunggu! Kamu akan segera tahu doa siapa yang akan didengar dewa, doamu atau doaku!. Setelah berkata demikian dia lalu membungkuk dan menempelkan dahinya ke lantai, berdoa agar biara dan biarawati luar biara suara lidah api sudah mulai kedengaran. Si raja api akan segera menghancurkan setiap bangunan yang ada di atas bukit. Dalam kepanikan para biarawati bersiap-siap meninggalkan biara dan meninggalkan barang mereka kepada si raja api yang kejam dan banyak tentara yang lalim. Hanya Kwan Yin yang masih bertahan sendirian di dalam kamar, berdoa dengan sungguh-sungguh memohon angin sepoi-sepoi bertiup dari hutan sekitar biara. Awan hitam berkumpul di atas langit dan meskinpun saat itu adalah musim kemarau, hujan turun membasahi api. Dalam 5 menit api telah padam dan biara selamat dari api. Baru saja biarawati yang gemetaran berterima kasih kepada Kwan Yin karena telah menghadirkan pertolongan dewa kepada meraka, 2 orang tentara yang mendaki tembok luar kompleks bangunan biara datang dan dengan kasar menanyakan sang Yin yang gemetaran tahu bahwa tentara ini hanya menjalankan perintah ayahnya, lalu berdoa kepada dewa dan kemudian menyebutkan dirinya. Kedua tentara itu kemudian menarik Kwan Yin dari hadapan biarawati yang mulai menyukainya. Setelah dipermalukan dihadapan tentara ayahnya Kwan Yin dibawa kembali ke ibukota harinya dia berada di depan ayahnya. Ayahnya menatap dengan sedih kepada putrinya. Dengan pandangan tegang gaya seorang hakim dia memberi isyarat kepada para pengawal untuk membawa dia maju menghadap. Dari ruang sebelah terdengar musik yang merdu. Sebuah pesta telah disiapkan ditengah kemegahan. Suara tawa yang keras dari para tamu mencapai telinga dari gadis muda ini saat dia membungkuk dengan malu di hadapan singgasana ayahnya. Dia tahu bahwa pesta ini telah di siapkan untuk dirinya dan ayahnya ingin memberi dia satu kesempatan lagi.'Nak', kata ayahnya pada akhirnya bersuara lagi, 'Meninggalkan istana pada malam pernikahanmu bukan saja mempermalukan ayahmu namun juga calon suamimu. Untuk tindakan ini kamu pantas menerima hukuman mati. Bagaimanapun, dikarenakan catatan prestasimu yang luar biasa sebelum kamu melarikan diri, ayah telah memutuskan untuk memberimu satu lagi kesempatan untuk menebus semua kesalahanmu. Bila kamu menolak, maka hukumannya adalah kematian, bila kamu mematuhi semua akan kerajaan yang telah kamu tolak tetap milikmu. Semua yang saya inginkan adalah kamu menikah dengan orang yang telah saya pilih'.'Dan kapan raja yang mulia saya harus memutuskan', tanya Kwan Yin dengan serius.'Hari ini, sekarang, saat ini', ayahnya menjawab. 'Apa kamu ragu antara tahta dan kematian? Bicaralah putriku, katakan bahwa kamu menyayangi ayahmu dan bersedia menerima tawaran ayahmu!.Ini adalah saat dimana Kwan Yin dapat berbuat agar dirinya agar tidak terus-menerus berlutut di bawah kaki ayahnya dan memenuhi keinginan ayahnya, bukan karena ayahnya menawarkan dia tahta kerajaan, tapi karena dia mencintai ayahnya dan akan dengan senang hati membuat ayahnya hatinya yang kuat telah membuat Kwan Yin jauh dari rasa iba. Tidak ada kekuatan di muka bumi ini yang dapat mencegahnya untuk tidak melaksanakan tugas yang telah diberikan kapadanya.'Ayah yang tercinta', dia menjawab dengan sedih dan suara yang penuh kelembutan, ini bukanlah pertanyaan mengenai kasih sayang anak kepada ayah. Untuk yang satu ini tidak perlu diragukan. Sepanjang hidup saya, telah tercermin dari semua perbuatan saya. Percaya pada saya. Andai saya bebas memenuhi permintaan ayah, dengan senang hati akan saya lakukan agar ayah bahagia, namun dewa telah berkata, telah menitahkan agar saya mempertahankan kesucian, mencurahkan hidup untuk melakukan perbuatan belas kasih. Bila langit telah menitahkan demikian, apalah yang dapat seorang putri lakukan selain mendengarkan kekuatan yang mengatur bumi ini?'.Sang raja yang tua sangat tidak puas dengan jawaban Kwan Yin. Dia menjadi marah. Keriput tipis di mukanya berubah jadi berwarna ungu saat darah mendidih naik hingga ke ubun-ubunnya. 'Kalau begitu kamu menolak memenuhi perintah ayah! 'Bawa dia pergi!'' Hukum mati dia karena berhianat kepada raja!'. Ketika Kwan Yin dibawa pergi dari hadapannya, raja yang telah beruban ini jatuh dari kursinya, itu ketika eksekusi mati Kwan Yin dilaksanakan, dia memasuki alam rendah penderitaan. Tak lama kemudian dia telah menginjakkan kakinya di negeri hitam kematian. Kemudian di tempat dimana penderitaan yang tiada akhir itu, tiba-tiba mekar seperti taman surga. Bunga teratai putih-murni muncul di setiap sudut. Aroma harum semerbak dari jutaan bunga memenuhi segenap ruangan dan koridor. Raja Yama, sang penguasa datang tergesa-gesa untuk mengetahui perubahan yang indah ini. Tak lama kemudian matanya terhenti pada wajah muda yang cantik dari Kwan Yin. Lalu dia melihat ada tanda kemurnian dalam dirinya yang memang patut baginya berada di surga.'Perawan yang suci dan cantik, melakukan banyak perbuatan yang berbelas kasih', setelah berkata demikian dia berkata lagi, 'Saya memohon padamu, atas nama keadilan agar meninggalkan kerajaan yang berlumuran darah ini. Tidaklah pada tempatnya bunga yang tercantik dari surga menebarkan keharumannya di ruangan ini. Yang bersalah harus menderita dan yang berdosa akan mendapat ganjaran. Berangkatlah engkau dari tempatku ini. Kehidupan yang abadi akan dilimpahkan kepadamu dan hanya surga yang akan menjadi tempat tinggalmu'.Kwan Yin menjadi dewi yang belas kasih. Dia menempati tempat kediamannya yang indah, jauh melebihi raja dan ratu yang ada di bumi. Sejak saat itu, disebabkan oleh kebajikannya, ribuan orang miskin memanjatkan doa kepada dia memohon pertolongan. Tidaklah ada ketakutan dari para miskin ini saat mereka menatap patung Kwan Yin. Mata mereka berlinang air mata kasih.
Uswah islammembagikan sebuah doa yang diambil langsung dari Al Qur'an. Doa ini tujuannya adalah mohon pertolongan kepada Allah SWT dalam segala hal, janganlah sampai beban-beban yang berat ditimpakan kepada kita. Perlu diketahui bahwa Allah SWT tidak akan membebai seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Seseorang akan mendapatkan pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan ia akan mendapat siksa dari kejahatan yang telah dikerjakannya. Meski kita semua sudah mengetahui bahwa Allah SWT takkan membebani manusia yang tak kuasa manusia itu menerimanya, namun perlulah kita selalu bermohon agar beban-beban berat tidak ditimpakan kepada kita. Berikut doanya. رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلا تُحَمِّلْنَا مَا لا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ Artinya "Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir." QS. Al-Baqarah ayat 286. Doa ini sudah biasa kita baca setiap kali kita membaca tahlil. Jadi tak mungkinlah kita tidak mengetahuinya, karena setiap muslim tentunya psatilah sudah hafal dan lihai dalam pengucapannya. Cuma, mungkin kita jarang saja membacanya karena kesibukan ynag kita jalani. Semoga kita dapat mengamalkannya setiap hari sob.
Kisah Nyata para Umat Buddha Tanya Sudah tak terhingga banyaknya keajaiban yang berhubungan dengan kuan im. Apakah anda pernah mengalaminya atau melihatnya/mendengarnya? Jawab 1. Lu Fo Siang Sebenarnya tiap hari ada tindakan guan im pu sha kpda kta asal kta yakin n percya..wktu kcil krn blm terkontaminasi hal negatip q pernah liat langsung wktu umur 7-8thn an..wktu tu q sakit..bener2 tampak hujud guan im pu sha na..dr tu q berangsur sehat..trus wktu q krj d fitna teman mengilangkan nota dgn jumlah uang yg cukup besar..mama q doa guan im pu sha minta pertolongan petunjuk nota tu..tnyata bener be2rpa hari kmudian q temuin nota tsbut.. 2. Linda Yap Pjg ceritanya..tp ini bener2 terjadi, cerita singkatnya, dewi kuan I’m menjelma jd manusia biasa di saat saya mohon kepadanya, utk menunjukan jln dan memberi kemudahan di saat saya bingung utk memilih di tpt mana dan patung dewi kuan I’m mana Ɣªήğ hrs saya beli, setelah ªª Ɣªήğ saya dpt, tiba2 org tersebut menghilang ga tau kemana, percaya ga percaya tp ini bener2 Ɣªήğ saya alami.. 3. Asmara Mina Sharing Banyak buku2 atau sutra Mahayana yg dibaca menceritakan kewelas-asihan Kuan Yin kpd smua makhluk dgn Dharaninya yg unggul Maha Karuna Dharani’. Benar2 yakin Kuan Yin Phu Sa itu ada, saat kls 3 SMA di mn saya sakit batuk yg sgt par…ah n badanpun dah lemas bgt ditambah saat sakit itu lg ujian semester. Hmm… benar2 menantang n hmpr give up dgn 3x ganti obat jg. Tp tiba2 lsung ingat Maha Karuna Dharani n sungguh2 me’bacanya sbyk 21x sblm bljr. Kamma buruk bnr2 lg b’buah di saat ujian jd agak lbh extra bljr keras drpd nyontek. Syukurlah 4 hr kmudian, sakit mulai reda n sembuh, and surprisingly seminggu kmudian nilai2 ujian very good ada dpt 100 n 88 bg subjek yg sulit n got the 2nd rank. Sejak sakit inilah, dlm hati saya slalu memanggil Kuan Yin Phu Sa sbg ibu’. 4. Mei Lestari Dari gadis saya tiap malam membaca taipecu dan phu men phing,3 bulan sewaktu akan menikah papa sakit keras sudah 3x saya bermimpi bahwa hari pernikahan saya langit mendung gelap sekali dan akan hujan deras lalu dlm mimpi saya berdoa kpd dew…i kwan im tolong selamatkan hari pernikahan saya,tiba2 langit menjadi mimpi itu mengandung arti yg sebelum hari H itu papa tambah parah anehnya pada hari H nya dia segar bugar hingga pesta 3 hari setelah itu papa 5 th berlalu suami saya berkunjung kermh teman disana bertemu dng seseorang lelaki dia berkata ;kamu jgn menyesali kematian mertuamu sebenarnya hari itu adalah hari berdukamu tetapi berkat kekuatan doa istrimu maka semuanya berjjalan lancar dan mertuamu juga telah masuk kealam pengalaman ini saya tambah yakin dng dewi kwan im sadhu 3x 5. Thio Sin Liong Suhendar Karma buruk memang tak bsa dihapus tapi mak kwan im bs bantu meringankan efeknya supaya lebih ringan,saya 3thn lalu pernah tumbuh semacam daging tumbuh maaf deket anus sebenarnya udah lama ada tapi kecil nah seminggu kemudian kok gede sebes…ar jari telunjuk dan sakit lagi apalagi buat jalan trus saya ma ortu periksa kedokter katanya harus operasi,waduh langsung lemas saya,saya paling takut operasi, karena kalut saya datang kevihara berdoa ma makco selesai tancap hio saya duduk2 didepan altar sktar 5 mnt perut saya sakit pingin buang selesai saya bru sadar kalo benjolannya ilang karena waktu saya jalan kok ga sakit lagi,trus balik lagi kewc saya liat emang udah ga bersih2 saya berdoa lagi sama makco karena penyakit saya udah dilebur jadi kotoran. Masi bnyk pertolongan makco kepada saya. Jangan lupa bsok rabu 19 jie gwee hari sejit emak kwan im mari kta baca kengnya dan sebut namanya. Namo kuan shi yin phusa. Amitofo 6. Ana Chen Kl wa kejadiannya udah lama banget sih,waktu itu mau berangkat ke pkn baru naik bus dr medan,ditengah perjalanan tb2 perasaan ng enak dan waktu itu cuaca buruk banget tertutup asap tebal mn bawa baby lg,saat itu cm tau baca om mani pad me o…m aja,jd cm itu yg di ulang ulang ,ng lama terdengar suara tabrakan yg cukup keras ,ternyata bus yg berada di blkg kami yg laga kambing dng mobil didepan kami[kebetulan waktu itu supir bus kami tb2 berhenti untk cuci muka] lumayan parah jg korban nya,percaya ng percaya sih tp kekuatan mantra ato paritta memang udah sy rasakan 7. Dexna Herlina P. Kadek Dulu sempat ga haid sampai 4 bulan.. Abs tu malam ny smbhyang ke dewi kwan in besok pagi lgsung dateng bulan.. Omitofu.. Kewelas asihan sang dewi kpda smua mahluk 🙂 8. Marisayanti Lim Td pagi swkt saya membaca keng/mantra ta pei cou dan ko ong kwan se im keng dgn mata tertutp… Anak w lari sana sini smbl bermain sndr, gak taunya dia lempar bbrp mainan ke atas altar yg penuh barang smbyg, antaranya lilin, minyak altar, slepas smbyg br tau ada mainan diatas altar mak kwanim, tp sunggh ajaib untg mainan yg dilempar smua gak sampe terbakar ama lilin… Menurt aku ini adalah niat tulus doa ku membaca keng sehingga dpt menjauhkan mara bhaya yg akn menimpa kt… Namo kwan se im phosat yg penuh welas asih… Kpd semua mahkluk… Perlu diketahui kalo kt dgn niat tulus berdoa membaca keng koong kwanseim keng maka niscaya sgala halangan dan mara bahaya dapat kita atasi dan kt jauhkan… Kekuatan mantra nya tlah bnyk saya alami sampe skrg…. Om mani padme hum…. Smoga smua mahluk berbahagia… Dl wkt masi muda skitar umur 20 an sy prnh brmimpi ma dewi dgn agungnya dgn wajah yg sgt cntk berdiri di atas langt yg biru… Dan bila ada suatu bncna yg akn dtg sy slalu diberi tanda lewat mimpi…. Spt dl almahum mama trcinta sy sblm jatuh sy tlh diberi mimpi berjumpa dgn patug ksitigarbha yg bs berbcara lgsg dgn sy, dlm mimpi tsbt sy melihat mama sy terbaring, bdnny tak bs digerakan., lalu sy pun menghadp sebuah patung besar kuno yg trbuat dr tanah liat, aku brsujud dan bertatapn dgn nya, tiba2 patug tsbt bs bcara dan mengatakan kalo dia adalh bodhisatva ksiti garbha mahasatva… Te cang wang phosat… Lalu sy brtanya kpd ksiti garbha knp mama sy yg bgt baik hrs mengalami ksakitan terus menerus, dia pun menjawb kalo itu smua adlh takdr mama sy yg hrs dijalanin dia dlm khdpn ini, dlm mimpi tsbt seolah2 sy trus mempertahankn mama agar tdk pegi jauh meningglkan sy… Trus sy memohon pd ksitigarbha agar mama sy diberi masa 1 thn lg… Lalu bodhisatva ksitigarbha terdiam sejenak kemudian angguk kpala… dan dlm hati sy blg gak pa2 la walaupn bdn mama sy tak bs di gerakan tp setidakny mama sy masi ada brsama sy. Stlh mendpt mimpi aneh stgh tdk percya, sy pun telpon kasi tau abang sy, abg blg kalo w mgkn panas dlm jd sembrg mimpi yg bukan2, jgn terlalu ambl dihati… Wkt tu sy lg brada diluar kota,.. Blon hampir 1 minggu slepas mimpi tsbt tiba2 sy dikabari kalo mama sy jatuh dr tangga… Kakiny patah, sy pun bergegas blek rmh sgera…sejak itu sy merawat dan menjaga mama tercinta slama 1 tahun spt janji yg tlh sy minta dr bodhisatva… Saya tau itu adlh masa2 yg plg brharga yg hrs sy hargai di setiap waktu brsama dgn mama… Sy masi diberi ksmpatan berbakti kpd mama tercinta sy… Lepas 1 thn mamapun pergi meninggalkan kami smua… sblm mendpt mimpi aneh tsbt, tiap kali wkt sy berdoa dan membaca mantra di altar dewi kwanim… Tiap kali Sehabis membaca keng tsbt gak tau knp dewi kwanim slalu menitik kan air mata… Lbh pngalaman Ini smua bener2 sy alami… Tanpa direka2… Dl sy seorg yg sgt rajin dan tulus brdoa membaca keng didpn altar ma kwanim phosat… Cm skrg da brkeluarga tdk ada wkt lg baca keng paling cuma bulan che it dan cap go aja bacanya… Thanks kpd AB dan Yoon hae cho… krn diberi peluang meluahkan isi hati dan mengingati kembali kenangan manis saat2 brsama almahum mama trsayang… 9. Lina Howard Junus Kuan Im Po Sat yg welah asih bener2 ada krn sy & keluarga srg di tlg stlh menbaca puja bakti “Ta Pe Cho” & memohon dgn kesungguhan hati, slh satu cerita nyata terjadi pd suami sy, dl wkt kita pacaran dia srg menceritakan klu dia bs melihat makhluk2 halus yg ada disekeliling kita kdg ada yg sgt menakutkan smp ga berani tidur &sgt menggangu kehidupannya, sjk umr 4thn sdh bs melihat,pd saat pacaran dia sdh berumr 22thn, sy lumayan srg ke wihara &beberapa mujijat tlh terjadi pd diri sy, sy memberi saran kepadanya utk memohon kpd “ Kuan Im”, dia memohon dgn kesungguhan hati utk menjadi manusia yg tdk mempunyai kemampuan melihat makhluk2 halus lg, krn dia tdk kuat lagi menghadapinya dan dia bersujut pada-Nya, sejak mulai hari itu bener2 merasakan kebesarannya dan mujijat terjadi. Smp hari ini suamiku sdh berumur 33 thn sama sekali tidak pernah melihat begituan lagi. 10. Hendry Cipta Hal ini jg pernah sya alami….. kejadiannya adalah dmn pd suatu hari sya mendapatkan patung Dewi Kwan Im kecil dri vihara saya. lalu pada suatu malam krn hati merasa tidak tenang, saya teringat akan patung Dewi kwan Im lalu saya letakan patung Dewi kwan Im tersebut di altar bersamaan dengan foto almarhum kakek saya. kemudian sya berdoa dengan sepenuh hati……. keesokan harinya saat saya bekerja, terdengar kabar yg mengerikan……. rumah yg saya huni saat itu saya tinggal hanya sendiri terbakar bersamaan dengan rumah warga lainnya sekitar puluhan rumah terkena musibah ini…. lalu saya berdoa dan berterimakasih pd Dewi Kwan Im. mengapa? ada 5 alasan. ke 1 saya berterima kasih krn kebakaran itu tidak terjadi pd malam hari dmn saya memiliki kesulitan utk bangun bila sudah tertidur lelap. ke 2 saya berterimakasih krn masih dilindungi hingga hari ini, sehingga saya dpt berbuat kebajikan utk org lain. ke 3 saya bertrima kasih krn saya telah diingatkan bahwa dlm hidup ini segala yg ada tidaklah kekal adanya. ke 4 saya berterimakasih krn karma buruk yg saya miliki “seakan-akan” terbayarkan dengan adanya kejadian tersebut… satu hal yg pasti kita semua memiliki karma baik dan buruk yg suatu hari dalm kehidupan ini atau di kehidupan yg akan datang harus dilunasi. Ke 5 saya berterima kasih karena masih dpt hidup hingga hari ini atas perlindungan Dewi Kwan Im dari penagih hutang karma kolektif…… Para Buddha dan Bhodisatva hanya bisa menunda datangnya penagih hutang karma, tetapi tidak dapat menghentikan datangnya penagih hutang karma. karena karma masing2 harus ditanggung oleh pemiliknya masing2, tidak dapat diwakilkan kecuali pelimpahan jasa kebajikan. Nah smoga dengan kejadian yg saya alami dapt memberi sedikit pemahaman akan nyatanya hukum karma, dan welas asih dri para Buddha dan Bhodisatva. Namo Kwan Se Im Pou Sat. _/\_ … ada yg lupa saya ceritakan……… sebelum kejadian2 kebakaran itu saya sempat membaca Kitab Suci “Ko Ong Kwan Si Im Keng” beberapa jurus,……. niatnya ingin saya baca 1000x…. tapi ternyata sebelum selesai 1000x sudah terjadi kejadian di atas, benar2 mukjizat perlindungan Sang Dewi Welas Asih, Namo Om Mani Pad Me Hum _/\_ 11. Albertang Acong pernah ,sewaktu didalam tidur dan saya bermimpi,,,,,,,,,,,,,,tdk sy sebutkan datang kwan im menolongku, dan sy melihat didalam tidurku,,,berapa hari kemudian keberuntungan datang padaku,,,sadhu sadhu sadhu,,, semoga semua makhluk berbahagia…. 12. Yang Sen orang yg bersujud dan memohon dgn tulus tanpa ada niat yg lain akan diberi petunjuk oleh yang welas bukan memberi kesaksian supaya yg lain percaya dan mengikuti langkah dibawah ini suatu ketika paman saya sakit keras dan saya meminta petunjuk kepada shi bin hut atau bodhisattva 4 oleh sin bin huat saya diberi petunjuk bahwa paman saya akan sembuh tetapi masih ada harinya saya mendapat kabar bahwa paman saya sudah sembuh dan sudah diperbolehkan pulang ke sangat gembira,saya melupakan petunjuk yg sebulan saya mendapat kabar lagi bahwa paman saya masuk rumah sakit lagi dan saya meminta petunjuk ke sin bin hut lagi dan oleh YANG WELAS ASIH,saya mendapat petunjukdatang tak diundang,pergi tak saya mendapat petunjuk seperti ini,saya hanya bisa mengikhlaskan yg akan seperti yg sudah dikatakan diatas,keesokan malam saya mendapat kabar duka dari saudara. OM MANI PADME HUM OM MANI PADME HUM OM MANI PADME HUM 108 X SEMOGA SEMUA MAKHLUK BERTEKAD UNTUK MELEPASKAN DIRI DARI LINGKARAN SAMSARA MENUJU KE PANTAI SEBRANG. SABBE SATTA BHAVANTU SUKHITATA 13. Randy Liaw banyak pengalaman yg saya alami sedari kecil waktu masih kecil namanya anak2 pikirannya main melulu , pengen main nintendo tp gada tv nya, saya rajin baca keng kwan im phu sa secara rutin dan menyisipkan harapan bisa punya tv,, ga disangka dapat hadiah Tv dari bank tempat papa saya menabung saat terkena masalah di kampus kuliah gara2 saya bandel iseng2 nyalain komputer dosen, saya udah ditakut2in sama hukuman yg mungkin diterima.. selama seminggu sebelum panggilan oleh pimpinan kampus saya membaca keng kwan im tersebut secara rutin dan melafalkan ta pei cou kemanapun saya pergi , sambil berharap jgn diberikan hukuman A,B dll dan semoga hanya dpt surat peringatan. saat hari H tiba pimpinan kampus menyebutkan bahwa saya a mendapat hukuman A,B dll seperti dlm doa dan sesuai doa saya , saya hanya dpt surat peringatan belum lama ini saya lulus dr kampus dan mencoba melamar di salah satu perusahaan, dan saya hanya melamar di satu tempat karena saya ingin sekali kerja disana.. saya sudah lolos tes da wawancara pertama.. dan kata HRD akan dikabari apabila saya terpilih wawancara dngan direksi.. saya datang ke klenteng kwan im phu sa dan cabut ciamsi mohon petunjuk.. dlm ciamsi tersebut saya dimnta untuk bersabar karena akan mendapat kabar baik.. setelah itu hampir seminggu , sudah 5 hari saya menunggu kabar ga kunjung datang, akhirnya saya pasrah dan mau cari kerja di tempat lain, ga disangka di hari ke 6 saya ditelp untuk wawancara direksi dan setelah wawancara direksi saya diterima 🙂 14. Rita Evalina Saya pernah mengalami “Keajaiban” tersebut waktu saya SMP dulu, saya pernah diberi gelang kristal dimana ditengah” gelang tersebut ada ukiran Kuan Yin Pho Sat krn org yg memberikan sering melihat saya membaca mantra Kuan Yin Pho Sat, suatu hari gelang tersebut saya lepas dan taruh di altar dewi Kuan Yin, malamnya saya mimpi bahwa gelang tersebut pecah dan terbelah dua dan saya berpikir apakah karena saya tidak memakai gelang tersebut? Keesokan harinya gelang tersebut tidak saya pakai dan saya jalan” dengan kakak saya pas mau menyebrangi jalan tiba” ada sepeda motor yang melaju dengan cepat menabrak kami berdua tapi saya dan kakak saya hanya luka ringan dan syukur di belakang tidak ada kendaraan lain. Sesampainya dirumah dan berobat saya hendak mengambil gelang tersebut tapi ternyata gelang tersebut benar telah pecah menjadi dua. Semenjak itu saya semakin percaya bahwa Kuan Yin Pho Sat benar” ada dan mantra Kuan Yin yang selama ini kubaca hingga saat ini sangat bermanfaat….Semoga bermanfaat buat semuanya ^^ 15. Tony Huang kejadian ini sudah 5tahun yg lalu. dulu saya setiap hari di ganggu yg namanya hantu selama 19 tahun setelah saya memanjatkan mantra TA PEI COU hantu tersebut langsung pergi. setelah itu saya juga minta bantuan kepada orang pintar untuk mengusir hantu tersebut. setelah itu KUAN YIN PHU SA yg saya muliakan memberikan saya 7 mutiara untuk saya makan setelah saya makan 7 mutiara tersebut sampai sekarang hantu atau pun energi jahat tidak pernah menghampiri saya lagi. memang kedengarannya aneh tapi beginilah keadaan yg saya alami. amithofo 16. Rudy Efendy Pengalaman dgn Yang Maha Welas Asih Kuan Im Pho Sat? Oh, tak terhingga banyaknya. Sampai skrg pun aku selalu merasa dekat sekali dengan Yang Welas Asih. Dia lah yang menolong aku dari hampir mati karena tenggelam dan dihempaskan ke daratan karna mengingat namaNya dalam hati. Setiap kesulitan apapun, selalu ingat Kuan She Im Pho Sat. Bagaimana aku bisa habis mengurainya? Seperti cerita dalam Saddhamma Pundarika Sutta, jutaan milyaran kalpa pun ga akan bisa habis menceritakan jasa kebaikan Yang Maha Welas Asih. Na Mo Kuan She Im Pho Sat. 17. Yuliana Tjhen Saya juga dulu bukanlah penganut agama BUDDHA. suatu ketika saya sakit “miom” di peranakan. Kalau lagi kambuh sakitnya bukan main. suatu ketika yang membantu pengobatan saya menyuruh saya utk meminta air suci dialtar DEWI KWAN IM untuk diminum dan sering2 membaca paritta TA PEI COU. Benar2 mujizat, daging diperanakan saya tambah lama tambah mengecil. sampai sekarang saya percaya dan yakin DEWI KWAN IM membantu saya. Dan setiap orang yang percaya dan memohon dengan sungguh2 pasti akan dibantu. Saddu.. Saddu.. Saddu.. Sumber
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Dalam sensus resmi yang dirilis pada tahun 2020, oleh Badan Pusat Statistik Indonesia pada tahun 2018, 86,7% penduduk Indonesia beragama Islam, 10,72% Kristen, 1,74% Hindu, 0,77% Buddha, 0,03% Konghucu, dan 0,04%. Walaupun penganut agama Budha dan Konghucu tidak teramat banyak, rumah ibadah agama-agama tersebut sangat mudah ditemui di tiap-tiap kota, salah satuya di Kota Selasa Kemarin, saya berkesempatan untuk mengunjungi Klenteng Eng An Kiong yang bertempat di Jalan Martadinata, Kotalama, Kedungkandang, Kota Malang. Bersama beberapa teman sekelas, saya ajukan surat izin untuk mewawancarai Bapak Rudi, selaku ketua Yayasan Buddha di Klenteng Eng An yang didominasi warna merah dengan arsitektur khas Tiongkok ini berdiri megah selama hampir 200 tahun lamanya. Bapak Rudi menyebutkan bahwa pada tahun 2025, usia Klenteng Eng AN Kiong akan mencapai dua abad. Meskipun begitu, bangunan ini masih berdiri dengan gagahnya. Saya ajukan beberapa pertanyaan mengenai sejarah serta filosofi-filosofi yang ada pada tempat ibadah ini. Ada beberapa hal yang baru saya ketahui, seperti konsep tri dharma yang dianut oleh klenteng tersebut. Tri dharma yang dimaksudkan adalah tempat ibadah ini menaungi tiga agama sekaligus, yaitu Budha, Taoisme, juga Konghuchu. Menaungi tiga agama berbeda, klenteng ini menunjukkan seberapa kuatnya toleransi yang dijunjung. Masing-masing penganut beribadah dengan rukun, saling menyapa satu sama lain, juga merawat klenteng dengan begitu baik. "Ini, aksara Cina yang tertera di dinding ini Mbak, merupakan daftar nama donatur yang membantu kami merenovasi serta membangun klenteng sehingga bisa berdiri sampai saat ini. Kalau Mbak mau menghitung berapa jumlah donaturnya, per tiga suku kata itu milik satu orang. Nama orang dalam aksara Cina itu terdiri dari tiga suku kata Mbak," Bapak Rudi menjelaskan dengan mata melengkung. Saya tebak, ia terus tersenyum dibalik masker ketika memberi penjelasan kepada saya dan teman-teman. "Banyak sekali Mbak daftarnya, ini sudah ditulis dari tahun 1903, hingga saat ini."Saya terkekeh, kemudian saya ikuti langkah lelaki yang saya perkirakan telah mencapai usia setengah abad itu ketika ia membawa kami kepada pintu masuk Klenteng. "Mbak pasti sudah sering lihat bagaimana umat kami ketika memulai ibadah," Pak Rudi menebak. Ia mengambil dupa, tiga buah dupa panjang, lalu membakarnya di atas lentera. "Kita ambil tiga sebagai perumpamaan bumi, langit, dan kita sendiri. kita bakar dupanya, namun, jangan ditiup untuk mematikan api tersebut."Salah satu teman saya menanggapi, "kenapa Pak?" potret saya yang tengah mewawancarai Bapak Rudi "Sebab mulut manusia itu kotor, kita kibaskan saja, ya." Pak rudi menjawab ramah, ia melangkahkan kakinya menuju wadah berisi abu yang berada tepat di depan Klenteng. "Kita tancapkan di sini, kita panjatkan doa kepada Tuhan pemilik langit dan bumi. Baru selepasnya kita boleh masuk ke dalam untuk melanjutkan ibadah."Saya edarkan pandangan ketika Pak Rudi membawa saya masuk lebih dalam. Banyak sekali ornamen kuno ala Tiongkok, menggambarkan dewa dan dewi di masa lalu. "Itu namanya Dewi Kwan Im, dewi yang menggambarkan belas kasih. Dalam ajaran Budha, kami percaya bahwa Dewi Kwan Im memberikan banyak pengorbanan untuk rakyat-rakyat kecil. Tanpa kewelas asihannya, kami tidak akan sejahtera."Selain menjelaskan tentang dewa dan dewi yang diagungkan, Pak Rudi juga memberi sedikit tahu kami mengenai cara umat tao meminta izin, dan meminta resep obat ketika mereka berada di klenteng. "Ada beberapa cara untuk mengetahui resep. Ada alat yang bentuknya seperti penghapus ini. Mereka memiliki dua sisi. Kita lemparkan. Dua sisi tidak boleh menghadap kepada sisi yang sama. Salah satunya harus terbalik. 1 2 Lihat Sosbud Selengkapnya
Kwan Im Pu Sa bersama dengan Shancai dilukiskan dalam lukisan tradisional ChinaTerdapat beberapa legenda lainnya terkait tentang asal usul Dewi Kwan Im. Dalam kitab Hong Sin Yan Gi / Hong Sin Phang / Fengshenbang 封神榜 atau disebut juga Fengshen Yanyi 封神演義 Roman penganugrahan dewa disebutkan bahwa sebelum ia dikenal dengan sebagai Dewi Kwan Im, ia dikenal dengan nama Chu Hang / Cihang . Ia merupakan salah satu murid 12 murid dari Yuanshi Tianzun 元始天尊. Buku tersebut ditulis oleh Xu Zhonglin 許仲琳 1560-1630 pada masa dinasti ShanKisah Putri Miao Shan sebagai Guanyin menarik minat masyarakat. Xiangshan Baojuan 香山寶卷[4] Gulungan Mustika Gunung Harum menceritakan Guanyin Pusa bermanifestasi menjadi Putri Miao Shan 妙善, putri ke tiga dari Raja Miao Zhuang 妙莊. Cerita Xiangshan Baojuan bermuasal dari vihara Xiangshan si 香山寺 di Ruzhou 汝州. Vihara itu adalah tempat pemujaan Guanyin dan biksu kepala vihara bernama Huaizou 懷晝 memberikan tulisan kisah Putri Miao Shan pada pejabat kota Ruzhou, Jiang Ziqi. 蔣之奇 1031-1104 pada masa dinasti Song utara 960-1127 . Dari situlah legenda Guanyin sebagi putri Miaoshan meluas dan isinya serupa. Jika melihat isi kisah Putri Miao Shan, terasa nuansa kepercayaan yang amat kental dan juga unsur Buddhisme, Taoisme dan Ruisme Confuciusme .Isi cerita Miao Shan menjadi Kwan Im yang umum adalah sebagai berikut Dewi Kwan Im dilahirkan pada masa dinasti Zhou Timur 770-256 BCE pada periode "peperangan antar negara" 戰國 ( 403-221 BCE . Menurut legenda Puteri Miao Shan, anak dari Raja Miao Zhuang 妙莊 / Biao Cong / Biao Cuang Penguasa Negeri Xing Lin Hin Lim, kira-kira pada akhir Dinasti Zhou pada abad III bahwa Raja Miao Zhuang sangat mendambakan seorang anak lelaki, tetapi yang dimilikinya hanyalah tiga orang puteri. Puteri tertua bernama Miao Shu Biao Yuan, yang kedua bernama Miao Yin Biao In dan yang bungsu bernama Miao Shan Biao Shan.Setelah ketiga puteri tersebut menginjak dewasa, Raja mencarikan jodoh bagi mereka. Puteri pertama memilih jodoh seorang pejabat sipil, yang kedua memilih seorang jendral perang sedangkan Puteri Miao Shan tidak berniat untuk menikah. Ia malah meninggalkan istana dan memilih menjadi Biksuni di Klenteng Bai Que Si Tay Hiang Shan.Kematian dan di alam bakaBerbagai cara diusahakan oleh Raja Miao Zhuang agar puterinya mau kembali dan menikah, namun Puteri Miao Shan tetap bersiteguh dalam pendirianNya. Pada suatu ketika, Raja Miao Zhuang habis kesabarannya dan memerintahkan para prajurit untuk menangkap dan menghukum mati sang kematianNya, arwah Puteri Miao Shan mengelilingi neraka. Karena melihat penderitaan makhluk-makhluk yang ada di neraka, Puteri Miao Shan berdoa dengan tulus agar mereka berbahagia. Secara ajaib, doa yang diucapkan dengan penuh welas asih, tulus dan suci mengubah suasana neraka menjadi seperti Akherat, Yan Luo Wang, menjadi bingung sekali. Akhirnya arwah Puteri Miao Shan diperintahkan untuk kembali ke badan kasarNya. Begitu bangkit dari kematianNya, Buddha Amitabha muncul di hadapan Puteri Miao Shan dan memberikan Buah Persik Dewa. Akibat makan buah tersebut, sang Puteri tidak lagi mengalami rasa lapar, ke-tuaan dan kematian. Buddha Amitabha lalu menganjurkan Puteri Miao Shan agar berlatih kesempurnaan di gunung Pu Tuo, dan Puteri Miao Shan-pun pergi ke gunung Pu Tuo dengan diantar seekor harimau jelmaan dari Dewa raja9 Sembilan tahun berlalu, suatu ketika Raja Miao Zhuang menderita sakit parah. Berbagai tabib termasyur dan obat telah dicoba, namun semuanya gagal. Puteri Miao Shan yang mendengar kabar tersebut, lalu menyamar menjadi seorang Pendeta tua dan datang menjenguk. Namun terlambat, sang Raja telah kesaktianNya, Puteri Miao Shan melihat bahwa arwah ayahNya dibawa ke neraka, dan mengalami siksaan yang hebat. Karena rasa bhaktiNya yang tinggi, Puteri Miao Shan pergi ke neraka untuk menolong. Pada saat akan menolong ayahNya untuk melewati gerbang dunia akherat, Puteri Miao Shan dan ayahNya diserbu setan-setan kelaparan. Agar mereka dapat melewati setan-setan kelaparan itu, Puteri Miao Shan memotong tangan untuk dijadikan santapan setan-setan hidup kembali, Raja Miao Zhuang menyadari bahwa bhakti ketiga putrinya sangat luar biasa. Akhirnya sang Raja menjadi sadar dan mengundurkan diri dari pemerintahan serta bersama-sama dengan keluarganya pergi ke gunung Xiang Shan untuk bertobat dan mengikuti jalan Buddha. Rakyat yang mendengar bhakti Puteri Miao Shan hingga rela mengorbankan tanganNya menjadi sangat terharu. Berbondong-bondong mereka membuat tangan palsu untuk Puteri Miao O Mi To Hud yang melihat ketulusan rakyat, merangkum semua tangan palsu tersebut dan mengubahNya menjadi suatu bentuk kesaktian serta memberikannya kepada Puteri Miao Shan. Lalu Ji Lay Hud memberiNya gelar Qian Shou Qian Yan Jiu Ku Jiu Nan Wu Shang Shi Guan Shi Yin Phu Sa, yang artinya Bodhisatva Kwan Im Penolong Kesukaran Yang Bertangan Dan Bermata Seribu Yang Tiada seribuDalam kisah lain disebutkan bahwa pada saat Kwan Im Phu Sa diganggu oleh ribuan setan, iblis dan siluman, Kwan Im menggunakan kesaktianNya untuk melawan mereka. Ia berubah wujud menjadi Kwan Im Bertangan dan Bermata Seribu, dimana masing-masing tangan memegang senjata Dewa yang berbeda Kwan Im Lengan Seribu ini juga memiliki versi yang berbeda, di antaranya adalah pada saat Puteri Miao Shan sedang bermeditasi dan merenungkan penderitaan umat manusia, tiba-tiba kepalanya pecah berkeping-keping. Buddha O Mi To Hud Amitabha yang mengetahui hal itu segera menolong dan memberikan "Seribu Tangan dan Seribu Mata", sehingga Kwan Im dapat mengawasi dan memberikan pertolongan lebih banyak kepada legenda Puteri Miao Shan, disebutkan bahwa kakak-kakak Miao Shan bertobat dan mencapai kesempurnaan, lalu mereka diangkat sebagai Pho Sat oleh Giok Hong Siang Te. Puteri Miao Shu diangkat sebagai Bun Cu Pho Sat Wen Shu Phu Sa dan Puteri Miao Yin sebagai Po Hian Pho Sat Pu Xian Phu Sa.PelantikanPatung Guan Yin di Klenteng Sanggar Agung, juga bahwa pada saat pelantikan Puteri Miao Shan menjadi Pho Sat, Puteri Miao Shan diberi 2 dua orang pembantu, yakni Long Ni dan Shan Cai. Konon, Long Ni diberi gelar Giok Li Yu Ni atau "Gadis Kumala" dan Shan Cai bergelar Kim Tong Jin Tong atau "Jejaka Emas" mulanya, Long Ni adalah cucu dari Raja Naga Liong Ong, yang diberi tugas untuk menyerahkan mutiara ajaib kepada Kwan Im, sebagai rasa terima kasih dari Liong Ong karena telah menolong puterinya. Namun ternyata Long Ni justru ingin menjadi murid Kwan Im dan mengabdi untuk Shan Cai ada 2 dua versi legenda. Versi pertama berdasarkan legenda Puteri Miao Shan yang menceritakan bahwa Shan Cai adalah pemuda yatim piatu yang ingin belajar ajaran Buddha. Ia ditemukan oleh To Te Kong dan diserahkan kepada Kwan Im untuk dididik. Versi lain dalam cerita Se Yu Ki Xi You Ji menyebutkan bahwa Shan Cai adalah putera siluman kerbau Gu Mo Ong Niu Mo Wang dengan Lo Sat Li Luo Sa Ni. Nama asliNya adalah Ang Hay Jie Hong Hai Erl atau si Anak Merah. Karena kenakalan dan kesaktian Ang Hay Jie, Sang Kera Sakti Sun Go Kong / Sun Wu Kong meminta bantuan kepada Kwan Im Pho Sat untuk Ang Hay Jie berhasil ditaklukkan oleh Kwan Im Pho sat dan diangkat menjadi muridNya dengan panggilan Shan Cai. Dalam hal ini, banyak orang yang salah mengerti dan menganggap bahwa salah 1 satu pengawal Kwan Im Po Sat adalah Lie Lo Cia Li Ne Zha, yang penampilanNya memang mirip dengan Ang Hay Jie. Secara khusus terdapat perbedaan di antara keduaNya, Lie Lo Cia menggunakan senjata roda api di kakiNya, sedangkan Ang Hay Jie menggunakan semburan api dari mulutnya. Lie Lo Cia adalah anak dari Lie King dan Ang Hay Jie adalah anak dari Gu Mo Ong.
doa meminta pertolongan dewi kwan im